Pawai Obor Semarakkan Idul Fitri di Desa Penuba
Berbagai Tokoh Sambut Lis Darmansyah
Miris! Tanah Aset Milik Disdikbud Lampura Diduga Hilang Tak Terdata

BUALBUAL.com - Miris, tanah Aset milik Disdikbud Lampung Utara (Lampura) seperti tak bertuan, pasalnya tanah aset yang pernah dibangun gedung Sekolah Dasar Negeri 06 Kota Alam ini telah rata dengan tanah dan tidak ada satupun yang tersisa, berikut plang nama SD dan plang tanah milik Pemda juga tidak terlihat di lokasi itu dan terkesan tak bertuan.
Diketahui tanah aset tersebut pernah dibangun gedung SD Negeri 06 Kota Alam dengan jumlah Ruang Belajar (Rumbel) sebanyak 6 Rumbel. Sebelum terjadinya Pemekaran Wilayah SD Negeri 06 Kota Alam yang terletak di Dusun V Sapakira ini masuk di dalam wilayah Kelurahan Kota Alam, namun setelah dilakukan pemekaran wilayah menjadi Desa Sinarmas Alam.
Diketahui SD Negeri 06 Kota Alam ini telah ditutup sejak tahun 2002, karena selain tidak mendapatkan murid juga kualitas belajar mengajar dinilai kurang diminati oleh warga desa setempat.
Menurut M.Tohir, staf UPTD Kecamatan Kotabumi Selatan membenarkan bahwa SD Negeri 06 Kota Alam ini memang telah ditutup sejak tahun 2002 dan telah dilaporkan ke Bupati saat itu.
Namun sangat disayangkan tanah bangunan SD ini tidak masuk di dalam catatan aset Pemda baik di sarana dan prasarana Disdikbud Lampura maupun di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lampung Utara.
Menurut Informasi didapat melalui Zubir Wahid Kepala Desa Pertama Desa Sinarmas Alam, membenarkan adanya bangunan SD di dusun V Sapakira yang bernama SD Negeri 06 Kota Alam sudah lama tutup, sembari menjelaskan bahwa Desa Sinarmas Alam ini merupakan pemekaran dari Kelurahan Kota Alam.
Hasil pantauan di lokasi tanah aset tersebut telah berdiri sebuah rumah permanen milik warga dan tanaman singkong.
Sementara Kepala Desa Sinarmas Alam, Feriansyah hingga berita ini dirilis belum bisa di konfirmasi terkait keberadaan SD tersebut.
Sedangkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lampung Utara, Desyadi, enggan berkomentar.
"Silahkan tanya ke Bidang Aset," ucap Desyadi saat dijumpai di Rumah Dinas Bupati.
Berita Lainnya
BBKSDA Riau Sebut Beruang Masuk Kebun Karet Warga di Rohil Cari Makan
Kapal Nelayan GT 6 Diduga Karam di Perairan Kuala Bagan Atas
Polsek Kempas Lakukan Pendinginan Area Karhutla di Desa Sungai Rabit
Gabungan Aliansi Mahasiswa Tuntut UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Lampura
Enam Rumah di Kuansing Ludes Terbakar
Wanita 19 Tahun Dilaporkan ke Polres Pesawaran Atas Dugaan Penipuan Hingga 900 Juta Rupiah
Merasa Dizholimi Atas Putusan Pengadilan Negeri Menggala, Terdakwa Ajukan Banding
Biadab! Ayah di Rohil Setubuhi Anak Kandung hingga Hamil
Kemunculan Seekor Buaya Di Sungai Kuantan Jadi Tontonan Warga
Warga Riau Heboh Terkait Beredarnya Video dan Foto Dugaan Pernikahan Sesama Jenis
Masya Allah, Bidan Honorer Bunuh Bayinya Sendiri, Polisi Bongkar Makamnya Ambil Sampel DNA
Peredaran Rokok HD Rugikan Negara, Bea Cukai Diduga Mati Kutu